Senin, 30 Maret 2020
Cerita ketigaku kucing
*Titipan Anak Kos*
Awal cerita, suatu malam tepatnya setahun yang lalu, suamiku baru pulang kerja sebagai driver Bandara Sultan Iskandar Muda, di dapatinya sebuah kotak kardus berisolasi tebal terletak di atas kursi depan rumah, ia kaget melihat kotak itu, dalam hatinya "apa gerangan di dalamnya ya?
Suamiku memberi salam dan masuk ke rumah, kusambut ia dengan menyalaminya, itu kebiasaanku sejak dulu aku menikah dengannya.. "bunda" itu sapaan suamiku untukku, Bunda mari kesini dulu" suamiku langsung menarik tanganku ke depan rumah.."ini kotak apa bunda, tanya suamiku"..aku kaget, kulihat sebuah kotak yang rapi seperti layaknya barang yang baru sampai, aku takut di dalamnya itu ada ular, mungkin ada sesorang yang mengerjai kami dengan meletakkannya di depan rumahku, karna tidak mungkin kalau ada kiriman dari kampung, toh.. keluargaku tidak memberi kabar apa-apa..pikiranku melayang teringat kemana-mana.."Bunda, tanya suamiku lagi.."Entah ayah, bundapun tak tau..jawabku".. kita bawa ke dalam aja yah, kita buka apa isinya, saranku pada suamiku"
Kotak itupun dibawa ke dalam rumah, sebelum dibuka, kami saling melirik, takut di dalamnya ada hal yang tidak kami inginkan..
Sebelum kotak itu dibuka, ada sepotong kalimat tertulis di sana " Kak, kami titip kucing ini, tolong dirawatya, semoga Allah memberkahi kakak, kami tidak bisa merawatnya lagi karna kami sudah pindah rumah", begitulah bunyi kalimat yang tertulis dikulit kardus tersebut. Kemudian kami pun membukanya..
2 ekor kucing bersama 1 induknya, kucing yang sangat bersih dan memiliki bulu yang halus..kami pun menyimpulkan untuk merawatnya..sampai sekarang kucing itu masih kami rawat, namun sayang sudah dua kali peranakan, semua anak kucingnya mati entah mengapa sebabnya, bangkainya pun tak nampak..peranakan yang ketiga kucingnya tumbuh besar sampai sekarang, sekarang sudah manja, kalau sedikit lapar, langsung saja meminta makan dengan cara menyenderkan tubuhnya pada kami yang sedang duduk bersantai..
Seperti punya kenikmatan tersendiri kalau sedang melihat kucing bersama anak2nya tidur di siang hari..bagai manusia saja, kucingpun seperti itu..memeluk anak2nya tidur bersama
Menjengkelkan sih, ketika anak-anaknya suka sekali membuat hajat sembarangan, setiap pagi Bi Ati selalu mengomel-ngomel krna setiap kali menyapu harus membersihkan dan mensucikan lantai dari kotoran kucing yang bertumpuk di sana-sini.. namanya saja hewan ya, tidak punya akal tapi mungkin memiliki naluri, iya..kucing memang punya naluri...
Bagiku ini hal yang tak biasa, uniknya lagi satu pagi ku tatap mata induknya sambil berkata" *Kucing..!, kalau engkau ingin tetap tinggal dirumahku, tolong ajarkan anakmu untuk membuang hajat di dalam toilet, kalau kau tidak mematuhinya maka kau dan anakmu jangan lagi tinggal di sini,* tegasku" seperti mengajak ia mengobrol saja..dan, nyatanya kalimatku itu manjur" sejak saat itu tidak ada lagi bau pesing/ kotorannya di sana-sini..
Alhamdulillah rejekiku pun terus mengalir sejak aku merawatnya dengan baik.
Elidayati
SDN 16 Banda Aceh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar